Tak harus membuka usaha dalam partai besar langsung jika kita tak
mempunyai modal yang besar pula. Karena tak sedikit pedagang emperan
dalam partai kecil masih bisa bertahan dengan keuntungan yang terbilang
lumayan. Contohnya saja, Basrin,40, pedagang topi serba lima ribu ini
sudah hampir dua puluh tahun lebih tetap setia menjajakan dagangannya.
Meski usaha yang dijalankannya bukan barang yang mewah, tapi ada saja
peminat yang membeli topi dagangannya.
Pria yang tinggal di Jalan Pertahanan Patumbak Kecamatan Medan
Amplas, ini mengaku meraih keuntungan yang cukup lumayan. Logikanya
memang bisa diterima akal sehat kita, dengan harga topi yang murah dan
bisa terjangkau pembeli, maka konsumen tidak sungkan membeli banyak dan
mengeluarkan kocek lebih untuk bisa mengkoleksi beberapa topi yang
dijual Basrin. Hal ini yang membuat Basrin semakin semangat menjalankan
usahanya, ia tinggal memilih lapak yang tepat untuk bisa memamerkan
dagangannya.
Basrin memulai usahanya sekitar 20 tahun yang lalu, awalnya sebagai
pedagang topi serba seribu dan beberapa tahun kemudian menjadi pedagang
topi serba tiga ribu, dan sekarang menjadi pedagang topi serba lima
ribu. Basrin menceritakan banyak pengalamannya saat menjajakan
dagangannya sejak dulu, saat harian Orbit singgah dilapak dagangannya.
“Waduh saya sudah lama berjualan topi ini, ya sekitar 20 tahun yang lalu
mulai dari serba seribu, serba tiga ribu sampai serba lima ribu.
“Saya belum pernah jualan baju atau yang lainya, khusus jualan topi
saja dengan harga yang sangat terjangkau dan harganya bisa ditawar lagi.
Pokoknya cocok harga beli kalau tidak cocok juga tidak apa-apa. Tapi
saya yakin dengan harga lima ribu sudah pasti murah, pasalnya harga ini
dari semua merek topi diratakan menjadi serba lima ribu. Ditampah cuaca
hari ini yang tidak menentu sehingga masyarakat perlu pakai topi untuk
menghindari terik matahari,” katanya.
Dikatakanya apalagi harga sembako sekarang naik, tentu masyarakat
akan menghemat biaya, tapi dengan produk topi yang saya jual cuman lima
ribu tentu tidak terlalu sungkan membeli biar pun cuman satu saja, yang
artinya hanya bermodalkan lima ribu saja sudah bisa beli topi. Basrin
menambahkan topi yang saya jual bermacam-macam yakni topi koboy, peci,
topi anak muda jaman sekarang pokok beragam macam topi. “Biasanya saya
berjualan mulai dari pukul 02:00 – 07:00 dan lokasi berpindah-pindah
mulai dari pasar, dipinggir jalan pokoknya dimana ada tempat orang yang
rame, termasuk saat mahasiswa melakukan aksi demo saya jualan disana,
buat saya yang penting halal.
Karena sesuai pengalaman lokasi sangat menentukan penghasilan, apa
bila lokasinya sepi tentu pembeli sepi namun apa bila lokasinya ramai
pembelinya juga ramai. Jadi saya harus pintar-pintar mengambil lokasi,
makanya saya harus berpindah pindah pasalnya topi tidak barang
habis,”ujarnya. Disinggung masalah omset basrin punya penghasila
Rp300.000/hari bahkan lebih apa lagi pada bulan puasa bisa punya
keuntungan Rp3.000.000/hari, Basrin berharap menjadi pedagang topi serba
delapan ribu,”ujarnya.
Hal ini dibenarkan oleh Anggi,22, salah seorang pembeli menyatakan
harganya sangat terjangkau, dengan modal lima ribu sudah bisa punya topi
yang bagus, jangankan lima ribu harga lima belas ribu pun masih
warjar,”ujarnya sembari membeli topi.